Penyebab Sesak Nafas

Pada Artikel Ini Menjelaskan Penyebab Sesak Nafas yang biasa terjadi baik saat melakukan aktivitas maupun saat kita dalam keadaan istrahat. mengalami sesak nafas tiba-tiba bukanlah tanpa sebab semata, ada yang karena penyakit dan ada pula Hanya sesak nafas biasa. dibawah ini adalah penjelasan lengkapnya.

Sesak nafas terbagi menjadi dua kelompok :.

  1. Sesak Nafas akut denfan awal yang tiba-tiba merupakan penyebab umum kunjungan ke ruang gawat darurat. Penyebab dyspnea akut diantaranya penyakit pernapasan (paru-paru dan pernapasan), penyakit jantung atau trauma dada.
  2. Sesak Nafas kronis (menahun) dapat disebabkan oleh penyakit asma, Penyakit Paru, emfisema, inflamasi paru-paru, tumor, kelainan pita suara.

Penyebab Sesak Nafas

Oksigen adalah kebutuhan pokok tubuh, maka sangat sangat diperlukan dalam jumlah berlimpah agar setiap sel dapat melakukan metabolisme. Beberapa penyebab seseorang menderita sesak nafas di antaranya :

1. Karena Faktor Keturunan.
Yang memang dari sono-nya memiliki paru-paru dan organ pernafasan lemah. Ditambah kelelahan bekerja dan gelisah, maka bagian-bagian tubuh akan memulai fungsi tidak normal. Kabar baiknya, ini tidak otomatis membuat tubuh menderita, sebab secara alami akan melindungi diri sendiri. Namun demikian, sistem pertahanan bekerja ekstra, bahkan kadang-kadang alergi dan asma timbul sebagai reaksi dari sistem pertahanan tubuh yang bekerja terlalu keras.

2. Faktor lingkungan.
Udara dingin dan lembab dapat menyebabkan sesak nafas. Demikian pula dengan serbuk sari bunga (pollen) dan partikel lain. Bekerja di lingkungan berdebu atau asap dapat memicu sesak nafas berkepanjangan. Polusi pada saluran hidung disebabkan pula oleh rokok yang dengan langsung dapat mengurangi suplai oksigen.

3. karena kurangnya asupan cairan.
kurangnya asupan cairan sehingga lendir pada paru-paru dan saluran nafas mengental. Kondisi ini juga menjadi situasi yang menyenangkan bagi mikroba untuk berkembang biak. Masalah pada susunan tulang atau otot tegang pada punggung bagian atas akan menghambat sensor syaraf dan bioenergi dari dan menuju paru-paru.

Baca Juga >> Pantangan Untuk Penderita Sesak Nafas

4. Karena ketidakstabilan emosi.
Orang-orang yang gelisah, depresi, ketakutan, rendah diri cendertung untuk sering menahan nafas. Atau justru menarik nafas terlalu sering dan dangkal sehingga terengah-engah. Dalam waktu yang lama, kebiasaan ini berpengaruh terhadap produksi kelenjar adrenal dan hormon, yang berkaitan langsung dengan sistem pertahanan tubuh. Kurang pendidikan bisa juga menyebabkan sesak nafas. Pengetahuan akan cara bernafas yang baik dan benar akan bermanfaat dalam jangka panjang baik terhadap fisik maupun emosi seseorang.

5. kelainan pada ginjal.
karena adanya gangguan keseimbangan asam-basa yang menyebabkan darah menjadi lebih asam (asidosis).Penggunaan obat-obatan diperlukan dan dilanjutkan dengan mengurangi cairannya.Kadang pasien diharuskan pula untuk melakukan cuci darah.

6. Penyakit diabetes.
sesak napas terjadi karena komplikasi asidosis  diabetes. Darah menjadi asam sehingga tubuh mengkompensasi dengan cara napas yang dalam dan cepat untuk mengeluarkan asam di dalam darah. Pernapasan seperti ini disebut pernapasan kuss maul.Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan cairan yang cukup, memperbaiki kadar gulanya dan mengurangi kadar asam basa darah.

7. Penyakit asma.
Sesak napas pada asma muncul saat saluran pernapasan mengalami peradangan dan menyempit. Orang yang mempunyai riwayat asma dalam keluarga memiliki rasiko tinggi untuk menderita penyakit ini. Selain itu pada bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg dan orang yang sering terpapar asap rokok, zat kimia dan polusi udara pun juga beresiko tinggi terkena asma. Pemeriksaan dilakukan dengan tes fungsi paru dengan spirometri dan peak flow meter. Pada saat terjadi serangan penyakit asma, pasien diberi obat pelega pernapasan seperti ipratropium.

8. Penyakit infeksi paru seperti pneumonia, Tuberkulosis dan flu burung.
Pasien juga akan mengalami demam, batuk, nyeri dada, dan badan lemas. Pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh rendah seperti penderita HIV-AIDS, beresiko tinggi terkena penyakit infeksi paru. Bayi dan orang berusia 65 tahun, perokok, dan orang yang sering bepergian ke Negara dengan angka kejadian kasus flu babi (influenza A/H1N1) yang tinggi, juga beresiko tinggi mengalami infeksi paru. Pemeriksaan utama yang dilakukan untuk kepastian kuman penyebab yaitu dengan pemeriksaan dahak (sputum). Foto roentgen dada dan pemeriksaan laboratorium darah digunakan untuk menegakkan diagnosis.Terapi dan obat yang diberikan tergantung dari penyebab infeksi paru tersebut. Jika penyebabnya bakteri maka akan diberikan antibiotik, dan bila disebabkan oleh virus maka akan diberikan antivirus. Lama pengobatan bervariasi, tergantung penyebab dan kondisi pasien.

9. Karena adanya Penyakit Jantung.
Hal ini disebabkan karena adanya gangguan fungsi pompa jantung dalam mengisi dan memompa darah dari paru, akibatnya terjadi penumpukan darah di paru dan menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru. Maka fungsi paru pun terganggu dan terjadilah sesak napas. Keluhan sesak napas ini muncul saat beraktivitas, misalnya naik tangga, yang akan membaik setelah beristirahat. Jika tidak segera diatasi, keluhan tersebut dapat terus berlanjut walau pada saat istirahat, yaitu ketika pasien tidur terlentang. Oleh karena itu pasien harus tidur dengan banyak bantal menyangga kepala bahkan baru lega pada posisi setengah duduk. Keluhan lainnya yaitu kaki yang membengkak. Obat yang diberikan antara lain obat yang mengurangi beban jantung, misalnya golongan diuretik.

Dari 9 poin diatas yang menjadi penyebab sesak nafas. perlu anda perhatikan, jika sesak nafas yang dirasakan tak kunjung juga sembuh, alangkah baiknya segeralah diperiksa. dikhawatirkan adanya suatu penyakit yang mesti cepat ditangani oleh tim medis.

Rate here

Leave a Reply

Email Anda Tidak Akan Ditampilkan. Dan Setiap Komentar Atau Pertanyaan Yang Masuk, Otomatis Di Moderasi Oleh Sistem. Tanda [*] Harus Di Isi