Tips Perawatan Yang Benar Luka Diabetes

Perawatan luka diabetes dengan benar adalah hal yang “harus” diketahui oleh penderita, terutama yang merawatnya. Luka diabetes adalah suatu komplikasi dimana kadar gula darah terus meningkat, sehingga merusak aliran darah dan saraf-saraf kurang sensitif terhadap nyeri saat terjadi luka.

Tips Perawatan Yang Benar Luka DiabetesSebelum masuk pada pembahasan pokok, apa saja sih komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes?

Inilah Komplikasi Diabetes
⇒ Komplikasi akut, contohnya adalah hipoglikemia (kekurangan / gula darah rendah) dan hiperglikemia (kelebihan / gula darah tinggi).

⇒ Komplikasi kronis, ada dua jenis :

  • Komplikasi makrovaskuler adalah komplikasi yang melibatkan pembuluh darah yang besar, contohnya adalah trombosis otak atau terjadinya pembekuan darah di otak, penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke.
  • Komplikasi mikrovaskuler adalah komplikasi yang melibatkan pembuluh darah yang kecil, terutama terjadi pada DM tipe I, contohnya kerusakan ginjal (nefropati), gangguan saraf (neuropati), gangguan penglihatan-buta (retinopati), dan amputasi.

Tips Perawatan Yang Benar Luka Diabetes

Merawat luka dibetes sendiri sebenarnya tidak sulit, asalkan harus dengan tepat. Misalnya saat mencuci luka, gunakan normal saline (NaCl) atau air hangat yang sudah ditambahi antiseptik. Bersihkan luka menggunakan kassa steril, sambil mengevaluasi warna dasar luka.

Warna dasar luka diabetes yang baik adalah berwarna merah, karena hal ini menunjukkan bahwa jaringan tersebut masih hidup. Sebaliknya apabila dasar luka berwarna hitam, kuning, putih menandakan jaringan tersebut sudah mati dan harus dibersihkan.

Setelah luka bersih kita bisa mengeringkan dan menutup luka dengan kassa steril dan balut pakai perban. Ingat, semuanya harus dilakukan dengan aseptic, artinya memakai peralatan yang steril. Jangan lupa, sebelum dan sesudah merawat luka sebaiknya cuci tangan dulu pakai sabun, hal ini untuk mencegah penyebaran kuman melalui tangan.

Berapa hari sekali mengganti perban?
Untuk mengurangi resiko infeksi, paling tidak mengganti perban dilakukan 3 hari sekali atau bila belum 3 hari tapi perban sudah tampak kotor karena nanah atau cairan luka yang merembes.

Selain itu yang penting juga agar luka diabetes cepat kering adalah menjaga kadar gula darah. kuman akan lebih cepat berkembangbiak pada kadar gula tinggi. selain itu kadar gula yang tinggi membuat jaringan jadi rusak dan suplai darah tidak lancar, sedangkan darah sendiri mengandung leukosit yang tugasnya adalah pertahanan tubuh melawan kuman.

— kunjungi dan baca juga : obat pengering luka diabetes tradisional

Gimana, apakah tips perawatan luka diabetes diatas sudah cukup jelas? kami harap anda tidak merasa puas dengan penjelasan diatas, agar bisa menggali lagi lebih detail, semoga usaha anda membuahkan hasil yang positif.

Rate here

Leave a Reply

Email Anda Tidak Akan Ditampilkan. Dan Setiap Komentar Atau Pertanyaan Yang Masuk, Otomatis Di Moderasi Oleh Sistem. Tanda [*] Harus Di Isi