Faktor-Faktor Menyebabkan Penyakit Sinusitis

Sajian informasi kami kali ini adalah faktor faktor yang menyebabkan penyakit sinusitis, apa saja pemicunya? supaya lebih jelasnya, mari menyimak pada paragraf berikut ini.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Sebaiknya hindarilah 13 poin yang mempengaruhi penyebab sinusitis terjadi, agar anda tidak diserang oleh penyakit ini.

1) Virus
Karena virus inilah, jaringan hidung Anda membengkak sehingga menyumbat lubang yang normalnya berfungsi untuk mengeringkan sinus. Jika infeksi sinus Anda disebabkan oleh virus maka antibiotik takkan mampu membantu mengatasinya karena obat ini hanya membunuh bakteri saja. Tapi gejala-gejala yang Anda alami akan membaik setelah seminggu atau lebih. Obat dekongestan mungkin bisa membantu tapi jangan diminum lebih dari 4-5 hari agar tidak mengalami ketergantungan.

2) Alergi
Karena peradangan dapat mengakibatkan penyumbatan saluran hidung, alergi seringkali dikaitkan dengan infeksi sinus. Jika Anda rentan terkena alergi, hindari hal-hal yang dapat memicu reaksi alergi seperti tungau kasur, bulu hewan peliharaan, jamur dan kecoa. Antihistamin yang dijual bebas dan semprotan hidung yang diresepkan dapat mengurangi peradangan kronis di dalam sinus dan saluran hidung.

3) Bakteri
Jika demam Anda tak kunjung turun dalam 10-15 hari, mungkin bakteri juga tengah menyerang Anda. Sebenarnya infeksi sinus akibat bakteri jarang sekali terjadi tapi bakteri seringkali menyebabkan kondisi infeksi menjadi semakin parah, kata Dr. William J. Hueston, seorang profesor yang juga kepala Department of Family Medicine di Medical University of South Carolina, Charleston. Dalam kasus ini, bakteri yang paling sering ditemukan adalah Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae.
Di dalam tubuh orang sehat, bakteri ini bersembunyi dan menunggu saat yang tepat untuk tumbuh dan berkembang biak. Untuk mengatasinya, Anda bisa minum dekongestan agar bakteri tak memperoleh lingkungan yang pas untuk tumbuh. Kalaupun Anda terserang sinusitis akibat bakteri, Anda dapat mengobatinya dengan antibiotik.

4) Polip
Polip hidung itu sebenarnya berukuran kecil dan jinak tapi bisa menyebabkan rongga hidung menjadi tersumbat, termasuk mencegah lendir mengering hingga berakibat pada infeksi sinus. Polip juga dapat membatasi saluran pernafasan yang memicu munculnya sakit kepala.
Polip dapat diobati dengan semprotan hidung steroid atau steroid oral yang diminum dalam jangka pendek. Jika tetap tidak mempan, mungkin Anda perlu menjalani operasi.

5) Polutan
Alergen dan polutan yang ada di udara seperti debu, polusi udara luar atau bau-bauan yang menyengat dari parfum dapat menyebabkan batuk-batuk, gangguan hidung serta peradangan yang dapat meningkatkan risiko sinusitis Anda, tandas Dr. Bains.
Oleh karena itu sebisa mungkin hindari faktor-faktor itu agar Anda tak mudah terserang infeksi sinus, terutama jika Anda sudah menderita alergi atau asma. Alat pembersih udara (air purifier) juga dapat mengurangi kadar polutan di udara.

Baca Juga Artikel : Gejala Penyakit Sinusitis

6) Berenang dan menyelam
Jika Anda rentan terkena infeksi sinus, hindari berlama-lama di dalam kolam yang mengandung banyak klorin karena klorin dapat mengiritasi saluran hidung dan sinus Anda. Menyelam juga bisa jadi masalah karena tekanan yang diperoleh saat menyelam dapat mendorong air ke dalam sinus sehingga sinus Anda teriritasi lalu membuat jaringan hidung meradang.

7) Naik pesawat
Tak peduli Anda harus sering-sering naik pesawat untuk urusan kerja atau jalan-jalan, yang jelas naik pesawat pun bisa memperburuk infeksi sinus Anda. Pasalnya, tekanan udara yang menurun dalam penerbangan membuat kepala Anda seperti tertekan hingga menyumbat sinus dan saluran pernafasan serta memperburuk gejala flu yang Anda alami. Kondisi ini akan semakin terasa menyiksa saat takeoff dan landing.
Jika hidung Anda mampet atau sering menderita infeksi sinus tapi Anda harus bepergian dengan pesawat maka pakailah tetes hidung atau inhaler dekongestan terlebih dulu sebelum takeoff agar sinus Anda tetap bersih.

8) Jamur
“Jamur sebenarnya jarang sekali menyebabkan infeksi sinus,” tutur Dr. Hueston. Meski infeksi sinus akibat jamur dapat terjadi pada orang yang sehat, kondisi ini paling sering diketemukan pada orang-orang yang sistem kekebalannya melemah. Ketika sistem kekebalan Anda menjadi rentan maka jamur dapat tumbuh subur, terutama dalam lingkungan yang gelap dan lembab yaitu sinus Anda. Sejauh ini jamur yang paling sering dikaitkan dengan sinusitis adalah Aspergillus.
Pada sejumlah orang, sinusitis kronis dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap jamur. Kondisi ini dapat diobati dengan operasi, terapi anti-jamur hingga cara manual seperti membersihkan sinus yang terinfeksi. Tapi jika gejala Anda bertambah dengan demam, sakit kepala dan gangguan penglihatan selama lebih dari 10 hari, segera temui dokter Anda.

9) Terlalu banyak memakai semprotan hidung
Semprotan hidung dekongestan memang bisa meredakan infeksi sinus tapi Anda tak boleh menggunakan semprotan itu dalam jangka waktu yang panjang karena produk itu dapat membuat gejala infeksi Anda semakin parah, apalagi jika tidak digunakan sesuai ketentuan.
Selain itu, jika terlalu banyak dipakai maka hidung Anda menjadi kurang sensitif terhadap efek semprotan sehingga hidung Anda bisa membengkak lagi atau biasa disebut dengan rebound nasal congestion, ungkap Dr. Bains. Ujung-ujungnya, penggunaan semprotan hidung yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan ketergantungan, tambah Dr. Hueston. Tak lupa ia pun merekomendasikan agar semprotan itu hanya boleh dipakai tak lebih dari 4-5 hari.

10) Merokok
Sama halnya dengan polutan udara, rokok dapat mengiritasi hidung dan menyebabkan peradangan sehingga membuat perokok lebih rentan terserang infeksi sinus. “Perokok berisiko lebih tinggi terkena infeksi sinus karena sistem pembersih sinus alami mereka telah dirusak oleh rokok jadi mereka akan menumpuk lebih banyak ‘sampah’ di dalam sinusnya yang dapat menyumbat saluran pernafasan ketika mereka terserang flu,” terang Dr. Hueston.

11) Udara kurang lembab atau kering
Ketika lendir terperangkap dalam saluran pernafasan dalam waktu yang lama, cairan yang terkandung dalam lendir akan hilang dan lendir itu pun menumpuk, akibatnya gejala flu semakin memburuk diikuti oleh sinusitis.
Oleh karena itu dokter merekomendasikan agar hidung Anda selalu berada dalam kondisi selembab mungkin. Hal ini bisa dimulai dengan banyak-banyak minum air dan menghindari asupan kafein serta menggunakan pelembab udara agar kelembaban udara di dalam ruangan tetap stabil.

12) Anatomi tubuh yang tak wajar
Anda bisa jadi berisiko lebih tinggi terserang infeksi sinus karena Anda terlahir dengan kelainan hidung atau polip, ujar Dr. Hueston. Kelainan itu bisa berarti saluran yang sempit atau tumor yang dapat menyumbat pembukaan sinus sehingga mencegah lendir mengering. Dari situ lendirnya dapat terinfeksi dengan virus atau bakteri, timpal Dr. Bains. Deviated septum atau kondisi dimana pemisah antara lubang hidung kanan dan kiri membengkok juga seringkali dikaitkan dengan infeksi sinus kronis. Namun kelainan ini dapat diatasi dengan operasi.

13) Penyakit kronis
Gangguan kesehatan kronis seperti cystic fibrosis dan penyakit lainnya yang mampu melemahkan sistem kekebalan Anda dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernafasan dan membuat lendir Anda rentan menebal lalu menumpuk di sinus. Lendir yang menebal atau hilangnya kemampuan tubuh untuk melawan bakteri atau virus akibat penyakit diabetes atau infeksi HIV juga dapat menyebabkan munculnya infeksi sinus.

Demikianlah ulasan kami tentang penyebab penyakit sinusitis, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *